Ciri – Ciri Orang dengan Kebiasaan Gaya Hidup Mewah

Ciri – Ciri Orang dengan Kebiasaan Gaya Hidup Mewah – Kata hedonisme berasal situs slot bet 200 dari bahasa Yunani yaitu hedone yang berarti kesenangan. Hedonisme sendiri dapat diartikan sebagai pandangan hidup seseorang atau merupakan ideologi yang kemudian diwujudkan dalam bentuk gaya hidup dan memiliki tujuan utama untuk menikmati serta merasakan kebahagiaan pribadi ketika menjalani hidup. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hedonisme merupakan pandangan yang menganggap bahwa setiap kesenangan dan kenikmatan dalam bentuk materi merupakan tujuan utama dalam hidup seseorang. Hedonisme juga dapat diartikan pula sebagai pandangan hidup yang menganggap bahwa seseorang akan merasakan bahagia dengan cara mencari kebahagiaan sebanyak mungkin serta dengan cara bagaimana pun harus menghindar dari perasaan yang dapat membuatnya merasakan sakit.

Sederhananya, hedonisme mengacu pada paham mengenai kesenangan terhadap kenikmatan. Jadi, orang yang menganut pandangan hidup hedonisme berpendapat bahwa kebahagiaan serta kesenangan dapat diraih dengan cara melakukan banyak kesenangan serta menghindari hal-hal yang menyakitkan di dunia. Collins Gem pun turut mengemukakan pendapatnya mengenai pengertian gaya hidup hedonisme. Menurut Gem, hedonisme merupakan sebuah doktrin yang menyampaikan bahwa kesenangan adalah hal yang paling penting di dalam hidup. Menurut Gem, hedonisme merupakan suatu ideologi atau paham yang dianut oleh seseorang yang mencari kesenangan hidup saja.

Burhanuddin berpendapat pula bahwa hedonisme merupakan suatu hal yang dianggap baik sesuai dengan kesenangan yang turut didatangkannya. Maka menurut Burhanuddin orang yang memiliki pandangan hidup hedonisme beranggapan bahwa hal yang dapat mendatangkan kesusahan, penderitaan, dan tidak menyenangkan merupakan suatu hal yang tidak baik. Hedonisme dapat berakhir positif tetapi juga dapat berakhir negatif pada kehidupan orang-orang yang menganut pandangan hedonisme maupun kepada lingkungan sekitar. Hedonisme sendiri tidak datang karena inisiatif orang tersebut, tetapi karena ada faktor-faktor yang memengaruhi orang tersebut hingga akhirnya memiliki gaya hidup hedonisme.

Memilih Makanan Enak Setiap Saat

Makan merupakan kebutuhan seorang manusia dan harus terpenuhi setiap hari dengan mempertimbangkan gizi yang seimbang. Apabila tidak makan, maka manusia akan kehilangan energinya dan tidak dapat mengembalikan energinya sehingga membuat orang tersebut menjadi lemah dan mengganggu aktivitasnya. Oleh karena itu, seseorang tentu perlu makan. Akan tetapi untuk dapat memenuhi gizi dalam sehari, setiap orang tidak perlu makan makanan enak atau mahal setiap hari. Terkadang makanan dengan harga terjangkau seperti sayuran dan tempe lebih bergizi dibandingkan dengan makanan mahal. Maka, apabila seseorang terlalu memilih-milih makanan dan hanya ingin mengkonsumsi makanan enak setiap saat maka hal tersebut merupakan salah satu contoh dari gaya hidup hedon.

Memberikan Aksesoris pada Hewan Peliharaan 

Orang yang memiliki hewan peliharaan tentu memiliki tanggung jawab untuk merawat hewan tersebut sepenuh hati dengan memberikan makanan yang cukup, memerhatikan ketika hewan tersebut sakit dan lain sebagainya. Pemilik hewan peliharaan juga perlu senantiasa menjaga kebersihan dari hewan tersebut, agar hewan peliharaannya terhindar dari penyakit seperti kutu dan lainnya. Hal tersebut merupakan tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh pemilik hewan, sehingga apabila pemilik hewan peliharaan memberikan aksesoris berlebihan, maka perilaku tersebut merupakan bentuk dari gaya hidup hedonisme. Selain itu, biasa jadi hewan peliharaan merasa tidak nyaman dengan aksesoris yang diberikan oleh pemiliknya.

Memiliki Sifat Gemar Belanja

Sebelumnya, ciri-ciri orang yang memiliki gaya hidup hedonisme adalah membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu ia butuhkan, karena ia memiliki pandangan bahwa kesenangan lebih penting dibandingkan kebutuhan. Oleh karena itu, memiliki sifat gemar belanja merupakan salah satu contoh dari gaya hidup hedonisme. Orang yang memiliki sifat gemar belanja biasanya tidak terlalu memikirkan kegunaan dari barang tersebut ataupun memikirkan apakah ia membutuhkan barang tersebut ataupun tidak, karena ia hanya ingin membeli barang tersebut. Beberapa orang yang memiliki sifat gemar belanja pun akhirnya hanya membuang-buang uang untuk barang yang tidak terlalu penting dan telah ia beli itu.

Memiliki Mobil Mewah 

Mobil merupakan kendaraan pribadi yang tidak selalu dibutuhkan untuk setiap orang, namun ada beberapa orang yang memang membutuhkan mobil sebagai alat transportasi yang dapat menunjang kebutuhannya. Contohnya orang tersebut harus bepergian setiap hari ke luar kota dengan jarak yang cukup jauh. Orang tersebut tidak merasa nyaman apabila setiap hari harus mengendarai motor maupun kendaraan umum, karena terkadang cuaca hujan maupun terlalu panas dapat membuatnya kelelahan. Oleh karena itu, ia merasa membutuhkan mobil sebagai alat penunjang kebutuhannya tadi.

Dari contoh tersebut, Grameds dapat mengetahui bahwa kebutuhan yang perlu dipenuhi oleh orang tersebut adalah mobil dan tidak perlu mobil dengan harga yang mahal maupun mewah karena memiliki fungsi yang sama. Sehingga, apabila orang tersebut memiliki mobil mewah dan bahkan ia tidak mampu melunasi mobil tersebut maka memiliki mobil mewah merupakan bentuk gaya hidup hedonisme.

Mentraktir Teman dengan Uang Hasil Berhutang 

Tentu tidak masalah apabila ada seorang teman yang ingin mentraktir dan sedikit menyisihkan uangnya untuk temannya. Walaupun begitu apabila terlalu sering membelanjakan barang maupun makanan untuk teman, maka budget pengeluaran akan membengkak dan mengakibatkan orang tersebut membuang-buang uang. Aktivitas satu ini baik apabila dilakukan sewaktu-waktu dan tidak setiap saat. Perlu diperhatikan pula apabila orang tersebut mentraktir menggunakan uang hasil dari dia berhutang kepada orang lain. Maka traktiran tersebut merupakan bentuk dari gaya hidup hedonisme. Karena orang itu sebenarnya tidak mampu untuk mentraktir orang lain dan harus membuatnya berhutang.

Dampak dari Gaya Hidup Hedonisme

Perilaku serta gaya hidup hedonisme akan memberikan dampak pada pribadi yang menganut hedonisme serta lingkungan sekitarnya. Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh perilaku hedonisme ini cenderung memberikan dampak negatif dibandingkan dampak positif. Berikut penjelasan lengkapnya.

Individualisme 

Individualisme atau sering menyendiri merupakan dampak pertama yang diberikan oleh gaya hidup hedonisme. Selain sering menyendiri, seseorang yang menganut gaya hidup hedonisme juga menganggap dirinya lebih penting daripada orang lain.

Konsumtif

Gaya hidup hedonisme datang bersamaan dengan sifat konsumtif. Hal ini dikarenakan pandangan orang yang menganut gaya hidup hedonisme adalah mementingkan kesenangan dibandingkan dengan kebutuhan.

Umumnya, orang yang memiliki gaya hidup hedonisme berpendapat bahwa dengan membelanjakan uangnya maka ia akan mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan. Oleh karena itu, ia akan terus membeli sesuatu dan menghamburkan uangnya.

Egois

Dampak ketiga ini merupakan buntut dari individualisme. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, orang yang memiliki gaya hidup hedonisme akan cenderung memiliki sifat individualis serta mementingkan dirinya sendiri atau bersikap egois.

Ketika orang tersebut memiliki sifat egois, maka ia tidak akan memedulikan orang lain dan hanya fokus pada dirinya sendiri.

Memiliki Sifat Pemalas

Orang yang terlanjur terjerumus dalam hidup hedonisme umumnya memiliki sifat pemala karena ia menjadi tidak menghargai waktu dan hanya fokus pada hal-hal yang dapat membuatnya merasa senang saja.

Tidak Bertanggung Jawab

Karena memiliki sifat pemalas, orang yang memiliki gaya hidup hedonisme pun juga memiliki sifat tidak bertanggung jawab. Hal ini dikarenakan orang tersebut hanya fokus pada dirinya sendiri, sehingga menjadi orang yang memiliki sifat kurang bertanggung jawab.

Boros

Dampak satu ini berkesinambungan dengan dampak sifat konsumtif. Ketika seseorang memiliki sifat konsumtif, tentu saja ia akan menjadi boros karena orang tersebut akan membeli barang maupun hal-hal yang tidak terlalu penting dan membuatnya menjadi orang yang boros.

Korupsi

Tak hanya menimbulkan dampak negatif pada diri seorang penganut hedonisme, gaya hidup hedonisme juga dapat menimbulkan dampak merugikan pada lingkungan sekitar seperti korupsi. Korupsi di sini bukan hanya mengkorupsi uang, tetapi juga mengkorupsi waktu, pekerjaan dan lain sebagainya. Bagaimana bisa gaya hidup hedonisme memberikan dampak hedonisme? Tentu karena seseorang yang memiliki gaya hidup hedonisme akan membuat orang tersebut melakukan segala cara agar ia mendapatkan hal yang ia inginkan dapat membuat dirinya merasa senang, walaupun ia harus melakukan hal kotor dan tidak jujur seperti korupsi.